Journal · Risalah Rindu
Hikayat Patah Hati
Klik sisi halaman untuk membalik, atau tekan ← →
Bismillāhirrahmānirrahīm.
Seluruh tulisan dalam surat ini kutujukan padamu dan hanya padamu. Seorang pemilik nama yang berarti putih.
biarkan tulisan ini menjelma doa-doaku, dengan munajat yang paling suci.
Dan tunggulah waktu yang tepat untuk pertemuan dua hati yang saling mendoakan, segenap raga ini sedang menawar pada Penciptamu.
sungguh mencintai dalam diam adalah penawar patah hati terhadap dunia, saat segala ikhtiar telah sampai pada puncaknya dan rindu ini telah meyelesaikan tugasnya, maka sampaikan kabar gembira pada orang orang yang sabar
maktub..
Tenangkanlah hatiku, duhai Yang Membolak-balikkan hati. Satukanlah kami dalam kebaikan, duhai Yang Mahabaik.
Tak terhitung seberapa banyak tangisan dan ratapan yang aku lalui di sepertiga malam, karena seorang hamba-Mu, ya Tuhan. Bukankah Engkau yang menyisipkan cinta ke dalam hati hamba..
Maka ampunilah hamba, dan ridailah tangisan dan ratapan ini.
Sungguh, betapa susah hatiku. Namun jikalau ini adalah jalan untuk mengenal cinta-Mu, ya Rabb, sungguh hamba rida.
Ya Tuhanku, aku datang ke rumah-Mu sebagai tamu-Mu.
Ya Tuhanku, aku datang membawa kegelisahan hatiku dan segala masalahku.
Ya Tuhanku, aku datang mengharapkan kebaikan-Mu.
Duhai Rabb pencipta langit dan bumi, sungguh Engkau sebaik-baik penerima tamu. Tak pernah Engkau pulangkan yang datang kepada-Mu dengan tangan kosong.
Maka jamulah hamba-Mu ini dengan kemurahan-Mu, ya Rabb.
Betapa rindu…
Kendati berulang kali hati ini lalai, berulang kali pula Engkau menerima kepulanganku, sungguh betapa luas Rahmat-Mu.
Engkau tutup aibku, Engkau ampuni aku, Engkau menyisipkan cinta-Mu dalam dadaku, Engkau seru aku pulang, menungguku, menerimaku dan menenangkan hatiku.
sekali ku datang, sekali lagi, berkali-kali, setiap kali hamba datang kepada-Mu.
Bukan karena kecil dosa ini, melainkan karena rahmat-Mu yang begitu luas.
Sungguh, Engkau Yang Mahabaik, ya Rabb.
Betapa rindu hati ini…
Ya Muqallibal-qulūb.
Duhai Yang Membolak-balikkan hati.
Sesak dada dan susah hati hamba-Mu ini, ya Rabb. Tenangkanlah hamba dan redakanlah gelisah ini.
Dan sekiranya belum Engkau angkat gelisah ini, cukupkanlah hati ini dekat dengan-Mu.
Sungguh, Engkau begitu dekat.. dan Engkau Maha Mendengar risalah hati.