BACK TO REFLECTIONS

Saturday · October 03, 2026

Saling Bertumbuh dalam Kebaikan

On paper

Hari ini saya bangun sekitar pukul tiga atau empat pagi, lalu salat dan bersiap untuk berangkat ke kampus. Saya berangkat sekitar pukul setengah enam dan menempuh perjalanan kurang lebih dua jam. Kelas dimulai pukul setengah delapan. Pagi ini kelompok saya mempresentasikan materi untuk mata kuliah Perancangan dan Analisis Algoritma: membandingkan bubble sort dan insertion sort, serta pendekatan iteratif dan divide and conquer. Persiapan slide dan pembagian bagian presentasi baru benar-benar selesai menjelang kelas, tetapi alhamdulillah pemaparan berjalan cukup lancar. Pertanyaan dari teman-teman juga bisa kami jawab dengan baik.

Saya belum sempat makan sejak malam dan badan terasa agak panas. Sekitar pukul sepuluh saya makan sedikit dan membuat teh hangat di pantry. Setelah itu kelas berlanjut dari sekitar pukul sepuluh lewat lima belas sampai setengah satu. Saya istirahat dan makan siang, lalu kembali mengikuti kelas sampai sore. Menjelang pukul lima, ada presentasi lain untuk mata kuliah Perangkat Lunak Lanjut. Kelompok kami memaparkan dokumentasi sistem yang dibuat, termasuk kebutuhan sistem dan bagian-bagian lain dalam laporan.

Dalam perjalanan pulang, saya mendengarkan kajian filsafat. Saya tidak ingat seluruh topiknya, tetapi ada satu kalimat yang membekas. Saya mencatatnya kurang lebih seperti ini:


“Ketika seorang hamba datang kepada Tuhannya dengan kerendahan hati, kemudian membawa segala pengakuan atas dosa dan kelalaiannya, maka dia akan diampuni oleh Tuhannya.

Lalu, dia akan dipasangkan dengan pasangan yang baik, karena Tuhan selalu memasangkan hamba-hamba-Nya yang mencintai-Nya dengan hamba-hamba-Nya yang lain yang mencintai-Nya pula.

Kemudian, diperintahkanlah keduanya untuk saling mencintai dalam kebaikan karena Allah. Maka, keduanya akan disertai rahmat dan ketenangan.”

Pesan itu menyentuh saya karena saya memandang pasangan saya sebagai orang yang baik dan berintegritas. Kalau saya ingin berjalan bersama orang yang baik, saya pun perlu terus berusaha memperbaiki diri dalam sikap, hati, dan perbuatan. Kebaikan dalam hubungan bukan sesuatu yang bisa hanya diharapkan dari satu pihak; kami sama-sama perlu berdoa dan bertumbuh.

Saya meninggalkan kampus sekitar pukul lima, singgah untuk salat Magrib, lalu melanjutkan perjalanan dan sampai di rumah sekitar setengah sembilan malam. Saya membeli makan di jalan dan makan setelah tiba. Setelah itu, saya menelepon Viona. Kami sudah cukup lama tidak punya waktu untuk saling bercerita dengan tenang. Percakapan malam ini membuat suasana hati saya jauh lebih baik dan hati terasa lebih tenang. Rasanya menyenangkan bisa saling berbagi sambil sama-sama berusaha memperbaiki diri.

Menjelang larut malam saya mulai merapikan kamar dan merekam refleksi ini. Saat merekam, hari sudah berganti ke 4 Oktober, tetapi catatan ini adalah untuk kegiatan dan pelajaran yang saya jalani pada 3 Oktober. Semoga saya tetap rendah hati dan menjaga prasangka baik. Tidak ada manusia yang paling baik; kebaikan yang tampak pada diri kita adalah karena Allah menutupi aib kita. Ingat beristirahat cukup, bangun untuk salat Subuh, dan kalau tinggal jauh dari rumah jangan lupa menelepon orang tua. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Besok kita bertemu lagi.

— rama

Enjoyed this reflection?

Follow me on Instagram for more updates.

Follow @ramaabb
Comments 0

No comments yet. Be the first to leave one 🌱

Be kind. Comments appear right away.