Monday · October 05, 2026
Belajar, Memulihkan Diri, dan Tetap Bertumbuh
Pagi tadi saya bangun untuk salat Subuh, lalu berjalan dan berolahraga. Setelah sarapan, saya beristirahat sebentar sebelum memulai hari. Saya baru teringat ada rapat pagi, tetapi saat membuka kalender ternyata rapatnya dibatalkan. Sepertinya rapat pagi memang sudah tidak ada lagi, jadi saya bisa memulihkan tenaga setelah olahraga. Duduk santai sambil minum teh atau kopi hangat dan mendengarkan audiobook atau kajian terasa seperti awal hari yang baik: tetap mendapat sesuatu untuk dipikirkan tanpa langsung tenggelam dalam pekerjaan.
Setelah mandi dan merapikan kamar, saya mulai memeriksa tiket kerja. Jumlahnya tidak banyak, hanya beberapa tiket, karena sebagian besar sudah saya selesaikan pekan lalu agar minggu ini punya waktu untuk belajar. Di sela pekerjaan, saya juga sempat menjelaskan beberapa hal kepada rekan kerja. Salah satu prioritas saya sekarang adalah meninjau kembali materi kuliah dan menyelesaikan tugas-tugas sebagai persiapan UTS pada Jumat ini.
Saya belajar tentang backpropagation, proses yang membantu jaringan saraf tiruan memperbarui parameternya agar hasilnya makin mendekati keluaran yang diharapkan. Di balik model yang tampak sangat rumit, ada operasi dasar seperti perkalian matriks dan perhitungan turunan parsial yang dilakukan dalam skala besar. Ada keindahan dalam memahami bagian sederhana yang memungkinkan sistem belajar dari banyak contoh. Saya ingin meluangkan waktu untuk mempelajari materi ini dengan lebih sungguh-sungguh, bukan sekadar membacanya sepintas.
Belajar menjadi fokus utama hari ini. Saya sempat tidur siang sekitar setengah jam, lalu kembali membuka materi. Malamnya Indonesia bertanding; saya hanya sempat melihat sebentar, kemudian memilih menyelesaikan hal yang lebih mendesak. Saya bisa menonton ulang nanti. Keputusan kecil seperti itu mengingatkan saya bahwa persiapan ujian perlu diberi waktu sungguh-sungguh, bukan terus ditunda.
Ada satu gagasan yang saya dengar tentang self-determination: berusaha menjadi lebih baik dibanding diri sendiri yang kemarin, tanpa menggantungkan nilai diri pada tanggapan atau penilaian orang lain. Saya juga teringat bahwa lingkungan yang kita masuki ikut membentuk cara kita berbicara dan berinteraksi. Seperti jaringan yang belajar dari masukan, apa yang sering kita dengarkan dan dengan siapa kita terbiasa berbincang bisa memengaruhi apa yang kemudian keluar dari diri kita. Saya ingin merenungkan hubungan itu lebih jauh dan menuliskannya di kesempatan berikutnya.
Belakangan ini kepala saya terasa pusing dan ada banyak hal yang perlu diseimbangkan: pekerjaan, belajar untuk kuliah, serta keinginan untuk mengembangkan keterampilan di luar tuntutan harian. Saya juga sedang menyiapkan materi untuk diajarkan kepada Bapak. Mengatur waktu untuk semua tanggung jawab itu memang punya seninya sendiri. Untuk malam ini, saya ingin beristirahat dan melanjutkannya pelan-pelan besok. Tetap rendah hati dan jaga prasangka baik; tidak ada manusia yang paling baik, hanya ada manusia yang ditutup aibnya oleh Allah. Jangan lupa telepon orang tua.
— rama
Enjoyed this reflection?
Follow me on Instagram for more updates.
No comments yet. Be the first to leave one 🌱