BACK TO REFLECTIONS

Friday · October 23, 2026

Menyampaikan dengan Baik

On paper

Hari ini saya memulai pagi setelah salat Subuh dengan berjalan kaki sambil mendengarkan podcast tentang komunikasi. Setelah itu saya beristirahat sebentar, lalu bangun sekitar pukul sembilan atau sepuluh untuk bekerja. Sore hari saya selesai bekerja dan bersiap mengikuti kelas secara daring. Kelas pertama dimulai sekitar pukul setengah lima. Setelah salat Magrib, mengaji sebentar, dan salat Isya, saya melanjutkan kelas kedua sampai malam. Rasanya ada banyak hal yang dipelajari hari ini, tetapi satu gagasan dari podcast pagi tadi terus saya pikirkan sampai malam.

Di kelas Rekayasa Perangkat Lunak Lanjut, kami membahas Unified Modeling Language atau UML, bahasa visual yang membantu merancang perangkat lunak. Saya mengingat beberapa diagram yang dipelajari, seperti use case beserta uraian rinci tiap use case, activity diagram, dan class diagram. Setelah itu, di kelas Matematika dan Statistika Komputasi, kami belajar tentang clustering, yaitu cara mengelompokkan data. Saya masih ingat pendekatan density-based, partition-based, hierarchical, dan model-based. Ada satu jenis lain yang perlu saya pelajari kembali. Saya ingin mengulang materi ini supaya tidak hanya mengingat namanya, tetapi juga memahami cara kerja dan perbedaannya.

Podcast yang saya dengarkan pagi tadi membahas komunikasi sebagai sebuah pintu. Kita bisa menyiapkan dan membuka pintu itu, tetapi tidak bisa memaksa orang lain untuk masuk. Bagi saya, gambaran ini membantu menjelaskan bahwa kita dapat mengusahakan komunikasi yang baik dan memberi ruang untuk percakapan, tetapi keputusan orang lain untuk merespons tetap berada di luar kendali kita. Kita bisa mengundang, bukan memaksa.

Ada beberapa bagian komunikasi yang bisa saya atur sendiri, seperti ekspresi wajah, pilihan kata, cara menyampaikan sesuatu, dan waktunya. Ada juga hal-hal dari diri kita yang perlu dijaga, sementara respons, ekspresi, dan tanggapan orang lain tidak bisa saya tentukan. Saya ingin lebih berfokus pada bagian yang memang menjadi tanggung jawab saya. Saya bisa memperbaiki apa yang saya sampaikan, tetapi tidak bisa menentukan hasilnya bagi orang lain. Kalau saya terlalu menggantungkan diri pada respons mereka, perhatian saya berpindah dari hal yang bisa diperbaiki menjadi sesuatu yang tidak bisa saya kendalikan.

Saya juga ingin mulai mengubah cara menutup hari. Setelah mengevaluasi apa yang sudah terjadi, saya akan menyusun rencana untuk besok. Pagi harinya saya bisa melihat lagi rencana itu agar tahu apa yang perlu diperhatikan. Pada malam berikutnya, saya bisa memeriksa apa yang sudah terlaksana, apa yang belum, lalu menyusun rencana selanjutnya. Dengan begitu, refleksi bukan hanya cara mengingat hari yang sudah lewat, tetapi juga membantu saya menyiapkan langkah berikutnya dan menjaga agar hal penting tidak terlewat.

Untuk besok, prioritas saya adalah mengikuti kuliah dan berusaha memperhatikan setiap mata kuliah. Saya ingin mencatat garis besar pembahasan dan poin-poin pentingnya. Setelah itu saya berencana mampir ke rumah di Bogor, lalu mengulang kembali materi yang dipelajari hari itu. Saya juga ingin beristirahat cukup. Daftarnya sederhana, tetapi akan lebih mudah dijalani kalau saya mengingatnya sejak pagi dan memberi waktu untuk setiap hal.

Saya masih belajar tentang bagaimana menjaga niat. Topik itu belum saya pahami sepenuhnya, jadi saya ingin mempelajarinya lagi dan membicarakannya di refleksi lain. Untuk malam ini, saya cukup membawa pengingat tentang komunikasi dan kebiasaan merencanakan hari. Saya rasa itu penutup jurnal tanggal 23 Oktober. Saya ingin tetap rendah hati dan menjaga prasangka baik. Tidak ada manusia yang paling baik; kebaikan yang terlihat pada diri kita adalah karena Allah menutupi aib kita. Semoga saya beristirahat cukup, bangun untuk salat Subuh, dan ingat menelepon orang tua. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Besok kita bertemu lagi.

— rama

Enjoyed this reflection?

Follow me on Instagram for more updates.

Follow @ramaabb
Comments 0

No comments yet. Be the first to leave one 🌱

Be kind. Comments appear right away.