BACK TO REFLECTIONS

Saturday · October 24, 2026

Dialog Rindu

On paper

Rekaman ini saya buat lewat tengah malam, tetapi isinya refleksi untuk tanggal 24 Oktober. Saya bangun sekitar pukul empat pagi, lalu bersiap ke kampus. Saya berangkat sekitar setengah enam karena kelas dimulai pukul setengah delapan dan perjalanan biasanya memakan waktu hampir dua jam. Di jalan saya mendengarkan kajian filsafat, walaupun malam ini saya tidak ingat topiknya dengan jelas.

Kelas pertama adalah Perancangan dan Analisis Algoritma. Kami membahas paradigma greedy, setelah sebelumnya mempelajari divide and conquer dan dynamic programming. Divide and conquer memecah masalah besar menjadi beberapa bagian yang lebih kecil, menyelesaikannya, lalu menggabungkan hasilnya. Dynamic programming juga memanfaatkan submasalah, tetapi menyimpan hasil yang sudah dihitung agar pekerjaan yang sama tidak perlu diulang. Greedy mengambil pilihan yang tampak paling baik pada langkah saat itu, lalu bergerak ke langkah berikutnya tanpa meninjau ulang keputusan sebelumnya. Cara kerjanya lebih sederhana dan cepat, tetapi saya perlu tahu kapan pendekatan ini sesuai untuk masalah yang sedang dihadapi. Mengingat kembali perbedaan ini membantu saya menyusun pemahaman dengan lebih rapi.

Di kelas Kecerdasan Komputasional, kami belajar evolutionary computation dan algoritma genetika. Saya tertarik pada cara paradigma ini mengambil inspirasi dari proses evolusi: ada seleksi, persilangan, dan mutasi. Dalam contoh optimasi model, satu kandidat dapat berisi kombinasi hyperparameter, seperti jumlah layer, banyaknya node, atau dropout. Beberapa kandidat awal dipilih sebagai parent, lalu bagian-bagiannya disilangkan. Sebagian kombinasi juga mengalami mutasi, yaitu perubahan acak. Hasilnya kemudian dibandingkan. Jika suatu kombinasi menghasilkan model yang lebih baik, kombinasi itu punya peluang untuk dipertahankan dan menjadi parent bagi generasi berikutnya. Saya merasa menarik melihat proses di alam diterjemahkan menjadi cara untuk mencari solusi komputasi. Ini mengingatkan saya pada luasnya ciptaan Tuhan dan banyaknya pola yang masih bisa dipelajari manusia.

Saya pulang sekitar tengah hari karena kelas berikutnya dilakukan secara daring. Dalam kelas Pertanian Cerdas, dosen membahas penelitiannya tentang mengklasifikasikan apakah monyet ekor panjang sedang bunting. Saya belum mengingat tujuan dan detail materi itu dengan baik. Ini jadi pengingat untuk lebih mindful saat mengikuti kuliah, supaya saya memperhatikan dan mencatat pokok pembahasannya, bukan hanya hadir di kelas.

Setelah kuliah sore, saya masih mengerjakan tugas praktikum Rekayasa Perangkat Lunak Lanjut tentang UML. Tugasnya baru diberikan kemarin dan harus dikumpulkan besok, jadi waktunya terasa sangat sempit. Saya masih menyusunnya saat merekam refleksi ini dan memperkirakan baru selesai sekitar pukul tiga. Saya tahu ini berarti mengurangi waktu tidur, tetapi saya ingin mencoba menyelesaikannya sebelum batas pengumpulan. Saya juga ingin lebih teliti mencatat tenggat dan mulai lebih awal ketika jadwal kuliah sedang padat.

Selain materi kuliah, saya ingin kembali melatih kemampuan bahasa Inggris, berbicara, dan menyampaikan gagasan dengan teratur. Ada waktu di perjalanan ketika saya biasanya diam atau mendengarkan podcast. Saya ingin mencoba memakai sebagian waktu itu untuk latihan percakapan dan menjelaskan sesuatu dengan fitur suara di ChatGPT. Saya pernah mencoba cara ini sebelumnya dan merasa terbantu karena bisa berlatih menguraikan pikiran tanpa terlalu khawatir mengganggu lawan bicara. Saya ingin menjadikannya latihan rutin, bukan hanya dilakukan saat ada kebutuhan mendesak.

Akhir-akhir ini hati saya terasa agak kosong. Saya merindukan seseorang yang sedang jauh, sementara komunikasi kami belum berjalan dengan baik. Untuk sekarang, saya mencoba menitipkan rindu itu dalam doa. Saya juga ingin menyalurkan energi dari rasa rindu tersebut ke hal-hal yang membantu saya kembali merawat diri dan bertumbuh. Saya berharap hati kami dijaga dan diberi jalan yang baik.

Saya rasa itu penutup jurnal tanggal 24 Oktober. Saya ingin tetap rendah hati dan menjaga prasangka baik, karena tidak ada manusia yang paling baik, kebaikan yang terlihat pada diri kita adalah karena Allah menutupi aib kita. Setelah refleksi ini saya akan kembali mengerjakan tugas, lalu beristirahat. Semoga saya bisa bangun untuk salat Subuh dan ingat menelepon orang tua. Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Besok kita bertemu lagi.

— rama

Enjoyed this reflection?

Follow me on Instagram for more updates.

Follow @ramaabb
Comments 0

No comments yet. Be the first to leave one 🌱

Be kind. Comments appear right away.