BACK TO REFLECTIONS

Sunday · October 25, 2026

Menata Gagasan Sebelum Disampaikan

On paper

Rekaman ini saya buat malam tanggal 25 Oktober, saat saya masih mengerjakan tugas kuliah Rekayasa Perangkat Lunak Lanjut. Tugas pertemuan kesembilan itu baru diberikan kemarin dan harus dikumpulkan malam ini. Saya diminta membuat beberapa bagian UML, termasuk use case diagram, deskripsi rinci setiap use case, serta batasan dan cakupan sistem. Saat merekam, sebagian besar tugas sudah selesai dan tinggal saya periksa serta rapikan. Saya ingin menuntaskannya dengan teliti meski waktunya cukup sempit.

Hari ini saya bangun sebelum Subuh, salat, lalu berolahraga lebih lama daripada hari biasa. Saat akhir pekan, saya biasanya menyediakan sekitar setengah jam sampai satu jam untuk berjalan atau berlari. Kadang saya mencari tempat yang lebih rindang dan nyaman untuk bergerak. Setelah pulang, saya mandi, salat, dan tidur sebentar sebelum melanjutkan tugas menjelang siang. Saya belajar sampai sore, beristirahat untuk salat, lalu kembali mengerjakan tugas.

Saya juga menyempatkan diri membaca Surah Yasin dan mengirimkan Al-Fatihah untuk keluarga yang telah berpulang. Di keluarga saya, membaca Yasin pada hari peringatan wafatnya anggota keluarga menjadi kebiasaan. Saya berharap doa dan bacaan itu menjadi kebaikan bagi mereka. Momen ini mengingatkan saya bahwa di tengah tugas dan tenggat yang memenuhi pikiran, tetap ada waktu untuk mengingat keluarga dan mendoakan orang-orang yang sudah lebih dahulu pergi.

Akhir-akhir ini saya senang merekam kegiatan belajar dalam bentuk timelapse. Saya ingin melihat kembali pola kerja saya, misalnya bagaimana postur saat mengerjakan tugas dan apakah perhatian saya lebih banyak tertuju ke ponsel daripada pekerjaan. Rekaman seperti ini membantu saya mengamati diri dengan lebih nyata, bukan hanya mengandalkan ingatan tentang seberapa fokus saya sepanjang hari.

Di sela-sela mengerjakan tugas, saya mendengarkan materi tentang cara menyampaikan gagasan dengan terstruktur. Salah satu pola yang saya pelajari adalah What, Why, How: apa yang sedang dibahas, mengapa hal itu penting, dan bagaimana cara kerjanya. Misalnya, saat menjelaskan algoritma genetika, saya bisa mulai dengan pengertiannya, lanjutkan dengan alasan algoritma itu digunakan, lalu terangkan langkah-langkahnya. Susunan seperti ini membantu pendengar mengikuti penjelasan dari awal sampai akhir.

Pola lain yang saya ingat adalah fakta, masalah, solusi. Saya teringat contoh dari film Habibie dan Ainun, ketika sebuah persoalan dijelaskan dengan menyebut fakta terlebih dahulu, lalu masalah yang muncul, kemudian solusi yang ditawarkan. Ada juga PREP, yaitu Point, Reason, Example, Point. Kita menyampaikan pokok pikiran, menjelaskan alasannya, memberi contoh, lalu menegaskan kembali pokoknya. Untuk topik yang benar-benar acak, pola 1-2-3 juga bisa membantu: sebutkan satu hal yang diketahui, dua masalah yang mungkin muncul, dan tiga solusi yang dapat dicoba. Contohnya sederhana, bahkan bisa dipakai untuk berlatih menjelaskan sesuatu seperti buah semangka.

Semua pola itu mengingatkan saya bahwa tujuan komunikasi adalah membuat gagasan lebih mudah dipahami oleh orang lain. Saya ingin melatih kemampuan bahasa Inggris, berbicara, dan beretorika secara rutin. Ada waktu di perjalanan yang biasanya saya isi dengan diam atau mendengarkan podcast. Saya ingin sesekali menggunakannya untuk berlatih percakapan atau menjelaskan suatu topik dengan fitur suara di ChatGPT. Dengan latihan yang berulang, saya berharap bisa menyusun pikiran lebih rapi sebelum berbicara.

Belakangan ini dirindu pada seseorang yang jauh. saya mencoba membawa rasa rindu itu ke dalam doa dan menyalurkannya menjadi usaha untuk memperbaiki diri. Saya mendoakan agar ia dijaga dan dikuatkan. Jika kami memang baik satu sama lain, semoga niat kami dikuatkan dan dipertemukan melalui jalan yang baik. Saya rasa itu penutup jurnal tanggal 25 Oktober. Selalu berusaha untuk rendah hati, menjaga prasangka baik, beristirahat cukup, jangan lupa bangun untuk salat Subuh, dan kalau jauh dari rumah jangan lupa menelepon orang tua.

— rama

Enjoyed this reflection?

Follow me on Instagram for more updates.

Follow @ramaabb
Comments 0

No comments yet. Be the first to leave one 🌱

Be kind. Comments appear right away.