BACK TO REFLECTIONS

Thursday · November 05, 2026

Menasihati Diri Sendiri

Favorite
On paper

Sejak pagi sampai malam, hari ini dipenuhi urusan pekerjaan. Saya menangani banyak tiket dan merapikan dokumentasi proyek pelaporan tiket yang sedang saya buat. Sebelum menjelaskan alur dan fungsi-fungsinya, saya ingin merapikan kodenya dulu supaya lebih mudah dibaca dan ditelusuri. Saya juga masih harus mengeksplorasi produk baru dari tim engineering. Di luar pekerjaan, ada satu atau dua tugas presentasi kuliah yang perlu saya siapkan untuk besok. Semua itu cukup menguras energi, tetapi saya berusaha menyelesaikan tanggung jawab satu per satu.

Di tengah kesibukan itu, saya sedang mencoba membentuk beberapa rutinitas yang sudah saya niatkan: reflection, latihan bahasa Inggris, dan membaca Al-Qur’an. Beberapa hari ini saya mulai menghafal sekitar sepuluh sampai lima belas ayat, merekam bacaannya, lalu menghubungkan tiap ayat dengan terjemahannya. Sekarang saya berada di Surah Al-Baqarah, sekitar ayat tiga puluh sampai empat puluh. Saya ingin mengulang ayat-ayat yang sedang dipelajari selama sepekan, memahami maknanya, dan merenungkan bagaimana menerapkannya. Saya juga ingin membiasakan diri memeriksa makhraj dan tajwid agar bacaan semakin baik.

Saat bekerja, saya kembali mendengarkan podcast Dunia Decoded, yang beberapa hari ini menarik perhatian saya. Kali ini pembahasannya tentang asbab, atau sebab-sebab yang biasanya kita anggap menjelaskan sesuatu. Kita memakai mata untuk melihat dan telinga untuk mendengar, tetapi podcast itu mengajak saya bertanya lebih jauh tentang apa yang membuat semua itu hidup dan berfungsi. Dalam pembahasan tersebut, saya teringat ayat dari Surah Al-Isra tentang ruh sebagai urusan Allah. Saya menangkap pengingat bahwa hal-hal yang tampak sebagai sebab di sekitar kita bukanlah keseluruhan cerita; hidup dan kemampuan kita tetap berada dalam kuasa Allah.

Pemikiran itu terasa seperti penguat iman. Bahkan pergantian siang dan malam, turunnya hujan, atau hati yang condong kepada sesuatu mengajak saya untuk melihat lebih jauh dari apa yang tampak. Saya ingin tetap menyediakan ruang untuk merenung seperti ini, meski sedang sibuk dengan pekerjaan dan kuliah. Mungkin dengan begitu saya bisa menjaga arah pikiran dan mengingat kembali hal-hal yang saya yakini.

Belakangan ini saya juga baru menyadari bahwa saya senang mendengarkan suara sendiri saat sedang menjelaskan sesuatu. Saya merasakannya ketika menjadi tutor dan saat merekam reflection. Ada ketenangan tersendiri ketika mendengar diri sendiri menjelaskan sebuah konsep dengan runtut. Rasanya seperti diri saya yang sekarang sedang berbicara kepada diri saya di masa depan.

Karena itu, saya ingin mengumpulkan rekaman reflection dan bacaan Al-Qur’an dalam playlist pribadi di Spotify. Saya bisa mendengarkannya ulang, misalnya saat perjalanan pergi dan pulang kerja, agar isi reflection dan hafalan tetap teringat. Mungkin suatu saat playlist itu bisa dibuka untuk orang lain, setelah saya merasa lebih siap. Untuk sekarang, saya ingin menyiapkan rekaman dan bacaannya lebih dulu, termasuk memperbaiki kelancaran, makhraj, dan tajwid.

Saya juga melihat kebiasaan mendengarkan diri sendiri sebagai cara untuk membantu diri pada masa-masa sulit. Ketika sedang sedih atau kehilangan motivasi, kemampuan berbicara dan menjelaskan sesuatu kadang ikut berantakan. Dengan berlatih menyusun pikiran dan memilih kata-kata yang sesuai, saya ingin punya rekaman yang kelak bisa menenangkan dan mengingatkan diri sendiri. Tujuannya bukan terutama agar saya pandai berpidato atau presentasi di depan umum, melainkan agar saya bisa menasihati diri saat sedang terpuruk.

Malam ini saya masih ingin menuntaskan dokumentasi proyek sebelum tidur, karena besok perlu menyelesaikan beberapa urusan lain. Semoga saya bisa menjaga rutinitas yang sedang dibangun tanpa kehilangan waktu istirahat. Tetap rendah hati dan menjaga prasangka baik. Tidak ada manusia yang paling baik; hanya ada manusia yang aibnya ditutupi oleh Allah SWT. Ingat istirahat yang cukup, bangun untuk salat Subuh, dan kalau tinggal jauh dari rumah, jangan lupa menelepon orang tua. Semoga rindu ini dijaga dan dikuatkan, serta dimudahkan jalannya hingga bermuara pada waktu dan tempat yang tepat.

— rama

Enjoyed this reflection?

Follow me on Instagram for more updates.

Follow @ramaabb
Comments 0

No comments yet. Be the first to leave one 🌱

Be kind. Comments appear right away.