Wednesday · November 04, 2026
Kecenderungan Hati pada Kebaikan
FavoriteSejak pagi, sebagian besar waktu saya habiskan untuk menyelesaikan tiket pekerjaan. Saya sebenarnya ingin memakai waktu juga untuk belajar menghadapi presentasi kuliah tentang algoritma greedy dari sebuah paper, tetapi papernya belum sempat saya pelajari dengan saksama. Di sisi lain, saya masih perlu menuntaskan tanggung jawab pekerjaan lebih dahulu. Saya mencoba mengingat bahwa keduanya penting, tetapi karena hari ini hari kerja, saya memilih menyelesaikan pekerjaan utama sebelum kembali ke urusan kuliah.
Selain tiket, saya sedang menyiapkan dokumentasi untuk proyek manajemen tiket. Dokumentasi itu sebenarnya tidak wajib, tetapi saya merasa alur proyek akan lebih mudah dipahami dan perubahan di kemudian hari lebih gampang ditelusuri kalau saya menuliskannya sekarang. Meski pekerjaan terus berjalan, belakangan ini energi dan waktu istirahat saya terasa tidak seimbang. Badan lelah, dan ada rasa sedih yang sudah cukup lama mengikuti. Saya ingin tetap bertanggung jawab, tetapi juga perlu mencari cara agar tidak terus mengurangi waktu istirahat.
Saat bekerja tadi, saya mendengarkan sebuah podcast berjudul Dunia Decoded. Judulnya menarik perhatian saya. Saya memikirkan kata decoded sebagai proses mengubah kode yang sulit dibaca menjadi sesuatu yang bisa kita pahami. Podcast itu memakai gagasan tersebut untuk membicarakan bagaimana kita memahami berbagai kejadian di dunia: apa yang bisa kita pelajari dari rasa sedih, rasa senang, dan pengalaman yang datang kepada kita. Saya menyukai cara pandang itu, karena kadang sebuah kejadian terasa seperti membawa pesan yang perlu direnungkan.
Bagian yang paling membekas membahas saat seseorang kehilangan motivasi untuk melakukan kebaikan. Ada kalanya sedekah, salat, mengaji, atau mendengarkan kajian terasa datar. Dalam podcast itu, keadaan tersebut dibahas sebagai tanda bahwa kualitas atau kuantitas iman mungkin sedang melemah. Kebiasaan yang menjauhkan hati dari kebaikan dapat membuat kita semakin sulit merasakan ketenangan ketika berbuat baik. Saya menangkap bahwa untuk kembali mendekat kepada kebaikan, kita mungkin perlu mulai melakukannya lagi, meski pada awalnya terasa berat.
Saya teringat nasihat yang pernah saya dengar: kita perlu memaksa diri untuk datang kepada kebaikan sebagaimana orang bisa memaksa dirinya untuk melakukan hal yang buruk. Setelah terus mencoba, semoga hati perlahan kembali condong kepada kebaikan dan merasakan lagi kemanisan iman. Saat mulai menemukan ketenangan dalam salat atau kelegaan setelah bersedekah, rasa itu juga perlu dijaga dengan terus merawat kebiasaan baik tersebut.
Pemikiran itu membuat saya melihat kembali rasa sedih yang belakangan ini saya alami. Saya bertanya-tanya apakah saya terlalu sering mengulang skenario sedih di dalam pikiran sampai perhatian saya terus tertuju ke sana. Bisa jadi cara berpikir seperti itu membuat hati semakin berat dan membuat saya kurang bersyukur. Saya belum tentu memahami semua penyebabnya, tetapi saya ingin mencoba mengubah cara memandang keadaan dan melatih diri untuk berprasangka baik.
Saya juga menyadari sesuatu tentang cara saya menerima nasihat. Kadang nasihat dari orang lain sulit terasa dekat, tetapi saat saya menyampaikan pesan kebaikan kepada diri sendiri, rasanya lebih masuk dan menenangkan. Reflection seperti ini memberi saya kesempatan untuk mendengar kembali apa yang saya pikirkan dan mengingatkan diri dengan kata-kata sendiri. Saya ingin membahas lebih jauh hal-hal yang saya renungkan belakangan ini, tetapi malam sudah cukup larut. Mungkin saya bisa melanjutkannya pada kesempatan lain.
Setelah ini saya masih perlu mengerjakan dokumentasi proyek manajemen tiket. Saya berharap bisa beristirahat paling lambat sekitar pukul satu karena besok harus ke kantor. Semoga saya dapat menjaga niat, tetap rendah hati, dan berprasangka baik. Tidak ada manusia yang paling baik; hanya ada manusia yang aibnya ditutupi oleh Allah SWT. Ingat beristirahat cukup, bangun untuk salat Subuh, dan kalau tinggal jauh dari rumah, jangan lupa menelepon orang tua. Semoga rasa rindu ini dijaga dan dikuatkan, serta dimudahkan jalannya menuju waktu dan tempat yang tepat.
— rama
Enjoyed this reflection?
Follow me on Instagram for more updates.
No comments yet. Be the first to leave one 🌱