Saturday · October 17, 2026
Bicara Secukupnya
Pagi tadi badan saya terasa kurang fit. Setelah salat Subuh, saya memilih tidur lagi dan baru bangun sekitar pukul dua belas, menjelang Zuhur. Beberapa hari sebelumnya saya memaksakan diri karena ujian dan pekerjaan. Dampaknya baru terasa sekarang, jadi saya menggunakan waktu luang untuk beristirahat.
Saya berniat mengerjakan tugas yang menggantikan ujian. Menurut saya, tugas ini memiliki porsi nilai yang lebih besar, jadi saya ingin mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Namun, tugas itu belum selesai hari ini karena masih ada beberapa hal lain yang perlu saya urus dan kamar yang saya rapikan. Saya juga memikirkan cara menjaga ruang kerja tetap rapi. Papan tulis berisi pengingat sudah penuh dan tidak ingin saya hapus, sementara buku-buku semakin bertambah. Saya ingin menambah papan dan rak supaya semuanya tertata.
Selepas Magrib saya pergi ke rumah sakit untuk menjenguk anggota keluarga. Ruang tunggu terasa dipenuhi kesedihan. Banyak orang tampak lelah dan waswas. Saya membayangkan sebagian dari mereka sudah menunggu beberapa hari dan sulit beristirahat karena pikiran mereka tertuju pada keluarga yang dirawat. Saya tidak tahu cerita setiap orang di sana, tetapi pemandangan itu membuat saya berharap mereka diberi kemudahan dan keteguhan hati.
Akhir-akhir ini saya berusaha lebih sadar dalam menjalani hari dan mengelola emosi. Saya terpikir untuk mulai menulis daftar kegiatan lagi supaya hal yang perlu dilakukan tidak terlewat. Saya juga ingin merekam catatan pagi seperti yang sudah lama tidak saya lakukan. Semoga kebiasaan sederhana ini membantu saya tetap ingat arah dan membiasakan diri melakukan hal baik.
Saya juga ingin menikmati waktu sendiri dengan lebih baik. Saat sendiri, saya bisa memperhatikan diri dengan jujur, termasuk apakah sedang marah, tenang, sedih, atau senang. Dalam berinteraksi dengan orang lain, kadang saya merasa memakai banyak topeng sampai kehilangan diri sendiri. Saya ingin lebih mengenali apa yang sebenarnya muncul dalam diri ketika suasana sedang hening.
Hal yang ingin saya pegang dari malam ini adalah menjaga hati. Saya ingin tetap rendah hati, menjaga prasangka, dan lebih sedikit berbicara agar lebih sadar dengan apa yang saya sampaikan. Tidak ada manusia yang paling baik; bisa jadi aib kita hanya sedang ditutupi Allah. Saya ingin beristirahat cukup, bangun untuk salat Subuh, dan menelepon orang tua saat jauh dari rumah.
— rama
Enjoyed this reflection?
Follow me on Instagram for more updates.
No comments yet. Be the first to leave one 🌱