Sunday · October 18, 2026
Mulai dari Diri Sendiri
Malam ini saya masih berusaha menyelesaikan tugas kuliah pengganti ujian. Porsinya belum sampai setengah, tetapi saya ingin menuntaskannya sebelum besok kembali bekerja dan menjalani rutinitas. Tenggatnya masih tanggal 20, namun saya tahu akan lebih sulit mencari waktu setelah pekerjaan dimulai lagi. Pagi tadi badan masih terasa kurang fit setelah beberapa hari sebelumnya saya memaksakan diri. Setelah salat Subuh, saya tidur lagi dan baru bangun sekitar pukul sepuluh. Saya lalu salat Duha dan mulai belajar.
Waktu makan siang, saya salah menggigit gigi geraham yang berlubang. Nyeri datang sangat kuat dan bertahan sampai malam. Saya membeli obat dan mencoba berkumur dengan air garam hangat, tetapi rasa sakitnya belum sepenuhnya hilang. Nyeri itu mengganggu fokus dan membuat emosi saya lebih sulit dikendalikan. Saat mulai bekerja, rasa sakit sempat terasa berkurang, lalu kembali terasa jelas ketika perhatian saya terlepas. Saya mulai berpikir untuk menjadwalkan pemeriksaan ke klinik gigi karena keluhan ini sudah mengganggu.
Sakit gigi membuat saya teringat pada rasa nyeri yang dialami perempuan saat menstruasi. Saya sulit membayangkan rasa sakit yang datang berulang setiap bulan. Kalau beberapa jam sakit gigi saja membuat saya kewalahan, saya bisa lebih memahami bahwa nyeri yang berulang dapat memengaruhi suasana hati dan kegiatan. Pengalaman ini membuat saya ingin lebih berempati dan tidak cepat menilai perasaan orang lain.
Selepas Magrib, saya menyelesaikan tiket-tiket yang tertunda sejak Jumat, lalu kembali mengerjakan tugas kuliah. Saya masih merasakan nyeri, jadi menyelesaikan pekerjaan hari ini menjadi ujian untuk menjaga emosi dan suasana hati. Saya sempat menonton rangkuman cerita Breaking Bad dan Better Call Saul. Dari tokoh Gus Fring, hal yang saya perhatikan adalah visinya yang panjang dan caranya menahan reaksi. Saya ingin belajar agar kejadian yang tidak direncanakan tidak langsung mengubah arah yang sedang saya tuju.
Saya juga mendengarkan podcast yang membahas perubahan di lingkungan. Gagasan yang saya tangkap adalah perubahan sebaiknya dimulai dari hal-hal yang masih bisa saya kendalikan dalam diri sendiri, seperti ucapan, tindakan, sikap, dan prasangka. Menuntut orang lain agar selalu sesuai dengan ukuran ideal saya hanya akan membuat saya kecewa. Saya ingin berusaha menjadi pribadi yang sesuai dengan nilai yang saya harapkan, lalu membiarkan perubahan dari diri sendiri memberi pengaruh kepada sekitar.
Malam ini saya ingin terus mengevaluasi ucapan dan tindakan, tetap rendah hati, serta menjaga prasangka. Tidak ada manusia yang paling baik; bisa jadi kekurangan kita hanya ditutupi Allah. Saya akan berusaha beristirahat cukup, bangun untuk salat Subuh, dan menelepon orang tua ketika sedang jauh dari rumah.
— rama
Enjoyed this reflection?
Follow me on Instagram for more updates.
No comments yet. Be the first to leave one 🌱